Mengenal Water Treatment Plant Pabrik Kelapa Sawit

Water Treatment Plant Pabrik Kelapa Sawit akan kita bahas di artikel ini.

Sebagian besar pabrik tentu membutuhkan air untuk proses produksi, tak terkecuali pabrik kelapa sawit. Oleh karena itu, dibutuhkan alat bernama Water Treatment Plant atau dikenal dengan WTP. Alat ini memiliki fungsi sebagai stasiun pengolahan air dan mensupport operasional pabrik kelapa sawit. Untuk lebih lanjut, berikut informasi selengkapnya.

Mengenal Water Treatment Plant Di Pabrik Kelapa Sawit

WTP di Pabrik Kelapa Sawit

1 . WTP Pabrik Kelapa Sawit

WTP di pabrik kelapa sawit digunakan untuk proses pengolahan produksi sesuai dengan standar yang dibutuhkan. Tidak hanya itu saja, WTP juga berfungsi untuk memastikan kebutuhan perusahaan terpenuhi. Hal ini sangat penting, mengingat air dibutuhkan dalam pengolahan kelapa sawit agar memenuhi ketentuan produksi yang sudah ditetapkan.

Selain itu, proses WTP dimulai pada boiler feed water yang baik. Kegagalan dalam hal ini akan menyebabkan turunnya efisiensi boiler, rendahnya kemurnian steam, keandalan mesin, bahkan kerusakan tube. Jadi, WTP harus dijaga dengan perawatan yang baik dan benar agar tidak mengganggu proses pengolahan kelapa sawit.

2. Analisa Air Boiler Pabrik Kelapa Sawit

Untuk menjaga standar baku dan mutu air boiler, maka ada beberapa parameter kontrol yang harus dipenuhi bagi seorang Operator. Mulai dari PH, Alkalinity, Hardness, Besi Fe, Klorida, Phosphate, Silica, hingga Sulphate. Parameter air boiler tersebut harus sesuai dengan standar yang ada agar menjaga proses produksi di pabrik kelapa sawit.

Senyawa yang sudah disebutkan tersebut perlu dikontrol dengan baik. Jika tidak di track sesuai ketentuan, maka akan menimbulkan kerak dan korosi. Efek terburuknya adalah kerusakan pada tube dan pipa boiler. Bahkan hal terburuknya bisa menjalar sampai ke drum boiler. Tentunya hal ini akan membuat pabrik kelapa sawit mengalami kerugian.

3. RO Pabrik Kelapa Sawit

RO atau merupakan Reverse Osmosis merupakan teknologi pemurnian air dengan memanfaatkan membran semipermeabel. Tujuannya untuk menghilangkan partikel, ion, dan molekul yang lebih besar pada air. Dalam RO pabrik sawit, tekanan yang diterapkan berfungsi untuk mengatasi properti koligatif yang didorong oleh perbedaan kimia pelarut

Tidak hanya itu saja, RO pada pabrik sawit juga dapat menghilangkan banyak jenis spesies di dalam air, seperti bakteri dan zat kimia. Hasilnya, air yang ada di pabrik sawit memiliki zat pelarut yang tetap dipertahankan. Menariknya lagi, Reverse Osmosis juga memungkinkan molekul besar, molekul kecil, ion bisa digunakan sebagai komponen pelarut dalam pengolahan air.

4. Reverse Osmosis Pabrik Kelapa Sawit

Dalam proses Reverse Osmosis, pelarut akan secara alami bergerak dari konsentrasi terlarut rendah ke yang tinggi. Kekuatan pendorong untuk gerakan pelarut ini menggunakan pengurangan energi bebas, kemudian menghasilkan tekanan osmotik. Hal ini dikarenakan pelarut bergerak ke dalam larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat.

5. Waste Water Treaatment Plant Pabrik Sawit

Pabrik minyak kelapa sawit memerlukan air bersih untuk proses produksi, air pendingin, air umpan, dan keperluan domestik. Sumber air yang digunakan umumnya berasal dari sungai. Karena air tersebut tidak dapat langsung digunakan, maka perlu proses pengolahan air atau yang disebut dengan waste water treatment plant. Sehingga, diperoleh air yang memenuhi syarat dan mutu perusahaan.

Mengolah air pada pabrik kelapa sawit menjadi aspek yang cukup penting agar sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan pabrik, terutama kebutuhan boiler. Untuk mendapatkan air yang sesuai standar, maka proses pengolahan air harus selalu dimonitor setiap saat. Selain itu, analisa air boiler juga perlu diperhatikan agar proses pengolahan dapat berjalan dengan maksimal

Leave a Reply