Memahami Fungsi Rebusan (Sterilizer) Beserta Perawatannya

Pada proses pengolahan minyak kelapa sawit, terdapat beberapa stasiun kerja, salah satunya adalah stasiun rebusan (sterilizer). Alat ini berupa bejana bertekanan yang memakai uap dengan tekanan tertentu untuk merebus kelapa sawit. Adapun tujuan dari proses perebusan ini yaitu untuk mempermudah pelepasan brondolan buah sawit dari tandan buah segar. Berikut ini informasi mengenai sterilizer yang biasanya digunakan di pabrik kelapa sawit.

Perebusan Buah Sawit Menggunakan Sterilizer

  1. Cara Menghitung Kapasitas Rebusan (Sterilizer) di Pabrik Sawit

Perusahaan kelapa sawit besar tentunya akan memproduksi minyak dalam jumlah yang besar. Dengan demikian, alat yang digunakan di pabrik kelapa sawit harus memiliki kapasitas yang sesuai dengan target produksi. Cara menghitung kapasitas sterilizer dapat dilakukan dengan rumus S x N x C x 60 x T. Dimana S merupakan jumlah tabung rebusan yang ada di pabrik, sedangkan N jumlah lori yang ditampung dalam satu tabung. C adalah kapasitas lori dan T adalah waktu proses.

  1. Cara Merawat Pintu Rebusan (Sterilizer) di Pabrik Kelapa Sawit

Agar proses produksi dapat berjalan dengan baik, maka penggunaan alat harus disesuaikan dengan kapasitasnya. Begitupun dengan pintu rebusan (sterilizer) yang digunakan di pabrik kelapa sawit. Memang pengisian lori rebusan harus dilakukan dengan penuh dan merata, agar tidak terjadi penurunan kapasitas dari rebusan (sterilizer). Namun, perlu diketahui jika pengisian yang terlalu penuh juga bisa menyebabkan pintu rebusan menjadi rusak.

Perawatan pada alat pabrik kelapa sawit memang harus dilakukan secara berkala. Perawatan alat bertujuan untuk menjaga performa dari suatu alat agar tidak sampai menurun. Selain itu, perawatan alat yang tidak tepat juga bisa berakibat pada kerusakan dari alat itu sendiri. Itulah mengapa perawatan pintu rebusan (sterilizer) menjadi hal yang penting di industri pengolahan kelapa sawit.

  1. Sparepart Rebusan (Sterilizer) di Pabrik Sawit

Penggunaan rebusan (sterilizer) di pabrik sawit tidak terlepas dari setiap komponen yang mendukung kinerjanya. Sparepart rebusan (sterilizer) dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja dari suatu alat, sehingga dapat berfungsi dengan baik. Sparepart bisa anda dapatkan di perusahaan distributor mesin yang menyediakan spare part dari mesin itu sendiri. Namun, perlu diingat untuk memilih perusahaan distributor yang berpengalaman dalam penanganan pabrik sawit.

  1. Service dan Perawatan Pintu Rebusan Pabrik Sawit

Service dan perawatan pada alat yang digunakan di pabrik kelapa sawit, dibutuhkan untuk menunjang proses pengolahan sawit itu sendiri. Sama halnya dengan pintu rebusan pabrik sawit yang harus dilakukan service, untuk mengembalikan kinerja dari sterilizer. Mungkin saat ini, ada banyak perusahaan yang menyediakan layanan untuk melakukan service dan perawatan pintu sterilizer. Namun, pastikan memilih perusahaan yang memberikan kualitas terbaik.

  1. Pergantian Door Packing/Door Seal EPDM di Pintu Rebusan (Sterilizer) Pabrik Sawit

Packing pintu rebusan dengan memakai bahan karet EPDM memang memiliki sejumlah kelebihan salah satunya yaitu bahannya lang lebih awet dan dapat bertahan baik pada suhu tinggi maupun rendah. Meskipun demikian, penggunaan EPDM yang terlalu lama juga membutuhkan penggantian untuk menunjang proses produksi. Pergantian EPDM dapat dilakukan dengan memesan door packing sesuai dengan ukuran dari pintu rebusan yang digunakan.

Itulah beberapa informasi mengenai rebusan (sterilizer) yang digunakan di pabrik kelapa sawit. Selain berfungsi untuk mempermudah brondolan pada buah kelapa sawit, sterilizer juga berfungsi untuk mematikan enzim yang dapat menguraikan minyak sawit. Selain itu, rebusan juga berguna untuk mengurangi kadar air dalam buah kelapa sawit. Setelah kelapa sawit melalui rebusan, maka selanjutnya buah akan diangkat ke alat penebah (Threser).

Leave a Reply