Cara Kerja Mesin Boiler Pabrik Kelapa Sawit

Bisnis pabrik kelapa sawit memang menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Berpusat di Pulau Sumatera, pabrik kelapa sawit akan terus membutuhkan pekerja baru yang mampu bekerja dengan cekatan. Namun, karena mengenal dan mengerti cara kerja mesin-mesin di pabrik kelapa sawit bukanlah hal yang mudah, maka perlu diadakan pelatihan untuk pengenalan mesin-mesin serta fungsinya dalam mengolah kelapa sawit.

 

Sebut saja boiler, salah satu mesin inti dalam proses pengolahan kelapa sawit. Cara kerja mesin boiler pabrik kelapa sawit sebetulnya mudah, saat sudah mengerti dan terbiasa mengoperasikan meisn ini. Namun, jika belum terbiasa akan tetap didampingi oleh operator mesin boiler kelapa sawit. Lowongna kerja operator boiler pabrik kelapa sawit cukup jarang ditemui, karena membutuhkan tenaga kerja yang berpengalaman. Maklum, harga boiler untuk pabrik kelapa sawit cukup mahal, sehingga saat terjadi kerusakan pabrik akan mengeluarkan uang yang tidak sedikit.

Prinsip kerja boiler di pabrik kelapa sawit hampir sama dengan mesin lain, di mana harus dimatikan ketika selesai, dan harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan. Berikut tahapannya.

  • Periksa tangki air umpan, apakah sudah dalam keadaan penuh dan apakah air sudah sesuai standart air umpan
  • Pompa air umpan ada dalam kondisi baik
  • Cek pengaman peralatan lain. Safety valve boiler harus dalam keadaan baik
  • Permukaan air harus pada kondisi normal
  • Ruang bakar (dapur) harus dalam keadaan bersih
  • Bahan bakar boiler dalam keadaan cukup
  • Setiap unit mesin harus dijaga dan dicatat kondisinya
  • Pengoperasian
  • Valve ventilasi yang ada pada upper drum dan header super heater harus dalam keadaan tertutup
  • Level air pastikan dalam kondisi normal
  • Pompa air umpan dihidupkan, dan valve buangan air dalam keadaan terbuka kurang lebih satu menit
  • Bahan bakar yang tersedia mulai dibakar
  • Induced draft fan mulai dioperasikan, dengan syarat pintu ruang bakar (dapur) dalam keadaan tertutup
  • Primary dan secondary air fan, carrier air fan, automatic fuel feeder, dan conveyor bahan bakar sudah menyala
  • Tekanan boiler dinaikkan secara bertahap
  • Main valve dibuka ke turbin dengan bertahap
  • Selama boiler menyala, abu ditarik secara perlahan
  • Blowdown dan shoot blower dilakukan secara berkala
  • Serta, mencatat operasional boiler setiap jam
  • Penghentian
  • Tahap pertama yang harus dilakukan adalah mematikan fan
  • Sisa bahan bakar yang ada di dapur boiler ditarik
  • Tekanan boiler diturunkan perlahan, dan melakukan sirkulasi air
  • Valve ventilasi pada upper drum dan header super heater dibuka
  • Valve main steam ditutup pada tekanan 7 kg/cm2
  • Level air diatur kembali hingga ada pada posisi normal
  • Operasional pompa umpan diberhentikan. Begitu pula chemical dosing pump, serta menutup valve uap di dearator serta feed water tank
  • Supply arus listrik ke boiler dihentikan
  • Terakhir, jika ada kerusakan, maka sudah menjadi tugas operator untuk membuat laporan kerusakan

Prinsip kerja boiler pada pabrik kelapa sawit kurang lebih seperti yang dijabarkan di atas. Untuk proses persiapan, pengoperasian, serta pemberhentiannya akan sama saja di seluruh pabrik kelapa sawit. Operator tidak disarankan melewatkan satu tahapan selama boiler dijalankan, apalagi menjalankan boiler secara acak dan tidak berurutan. Tenaga kerja yang bisa diandalkan dan mampu belajar dengan cepat sangat dibutuhkan di pabrik kelapa sawit. Berminat untuk bekerja di sana?

Leave a Reply