Boiler Pabrik Sawit, Mesin yang Bekerja Dengan Seksama dan Perlahan

Yuk liat apa sih boiler pabrik sawit?

Indonesia memang mempunyai banyak lahan dan hasil alam yang bisa dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan .Salah satu bisnis yang semakin banyak dilirik adalah bisnis kelapa sawit. Namun, sebelum memikirkan keuntungan ada baiknya Anda mengenali lebih jauh bagaimana proses kerja dalam pabrik kelapa sawit.

 

Dalam pabrik kelapa sawit, ada sebuah mesin yang disebut boiler. Boiler pada pabrik sawit sendiri banyak disebut sebagai jantung kelapa sawit, karena menjadi mesin utama pada proses pengolahan kelapa sawit. Boiler (ketel uap) akan mengubah air menjadi uap yang dibutuhkan pada ruang bakar ketel uap. Semua peralatan yang ada pada ruang bakar ketel uap membutuhkan uap, terutama turbin. Selain turbin, ada juga di stasiun sterilizer dan di stasiun klarifikasi yang membutuhkan banyak uap untuk menggerakkan generator. Sehingga, uap harus dihasilkan dalam jumlah banyak, setidaknya sesuai dengan kebutuhan yang ada di dalam pabrik kelapa sawit agar tidak mengganggu kinerja.

Stasiun boiler kelapa sawit ada di bagian awal. Cara menjalankan mesin boiler harus sesuai standart yang telah ditentukan. Butuh pelatihan dan pemahaman khusus sebelum terjun langsung untuk menjalankan boiler pada pabrik kelapa sawit. Secara umum, berikut cara kerja boiler pada pabrik sawit yang sesuai standart.

1. Sebelum pemanasan. Mesin yang dingin harus dipanas kan terlebih dahulu, agar semua dalam kondisi siap pakai. Yang harus dilakukan adalah:

  • memastikan valve boiler dalam posisi tertutup
  • periksa secara teliti semua tampilan fan seperti casing, bearing, v-belt, baut penahan, dan semua komponen yang ada
  • menuju ke level air yang terdapat pada glass penduga. Pastikan level air ada pada kisaran setengah gelas penduga
  • periksa juga pressure gauge, apakah berfungsi dengan baik atau tidak
  • kontrol air compressor harus ada pada tekanan yang lebih besar dari 8 barg
  • menuju keruang bakar, dan pastikan dapur dalam keadaan bersih serta fibre bar dan dinding batu sudah siap pakai
  • blow down valve dalam keadaan tertutup
  • tangki air umpan bisa diisi jika diperlukan
  • lakukan tes alarm untuk level air tinggi dan level air rendah.

2. Pemanasan. Untuk waktu pemanasan, disesuaikan dengan jenis atau tipe boiler. Namun, jika malamnya boiler dimatikan, lakukan hal-hal berikut:

  • masukkan fibre dan sebarkan merata di atas fire grate dan nyalakan api
  • hidupkan ID Fan, FD Fan secondary fan dengan posisi dan persetengah terbuka
  • jika ada, buka water valve atau bisa juga dengan menjalankan pompa sirkulasi yang ada
  • panaskan boiler perlahan, dan pastikan level air di glass penduga dalam keadaan terkontrol
  • lakukan blowdown pada heater dinding samping dan pastikan level air terjaga

3. Hubungkan boiler ke pipa induk steam dan biasakan untuk melindungi boiler, pipa-pipa, dan steam turbin:

  • Pastikan semua steam trap bypass valve ada di jalur main steam pipe dan steam turbin
  • buka sedikit main stop valve agar pemanasan merata
  • jika pada steam berhembus aliran bypass velvve, segera rurup bypass velve
  • biarkan stream trap valve terbuka secara bertahap
  • saat menggabungkan boiler kedua dan ketiga, pastikan boiler tetap seimbang
  • bypass valve pada main steam line dan steam turbin harus dibuka
  • biarkan semua stream trap velve terbuka

Cara kerja boiler pada pabrik sawit memang harus diperhatikan betul dan bisa dipelajari perlahan. Gambar pabrik boiler sawit dapat Anda temukan dengan bebas di mesin pencarian, sehingga Anda dapat membayangkan dengan sesuai bagaimana cara kerja dari alat satu ini.

One comment

  1. Good info. Lucky me I recently found your blog by chance (stumbleupon).
    I have saved it for later!

Leave a Reply